PENGERTIAN PSIKOLOGI

Siap membacakan artikel

Pengertian Psikologi: Definisi, Sejarah, Ruang Lingkup, dan Proses Kejiwaan

Ilustrasi konsep psikologi yang mempelajari pikiran dan perilaku manusia
Ilustrasi konseptual ilmu psikologi.

Dari sudut etimologis, psikologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu psyche yang berarti jiwa atau napas kehidupan, dan logos yang berarti ilmu atau kajian rasional. Secara harfiah, psikologi sering diartikan sebagai “ilmu yang mempelajari tentang jiwa”.

Namun, dalam perkembangan sains modern, definisi tersebut dianggap kurang tepat secara empiris. Ilmu pengetahuan menuntut objek studi yang dapat diukur dan diobservasi. Oleh karena itu, definisi psikologi modern yang disepakati secara global adalah: Ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku (tindakan yang dapat diamati) dan proses mental (kognisi, emosi, dan motivasi yang terjadi di dalam otak) dari manusia maupun organisme lainnya.

Objek Penyelidikan dan Aliran Utama Psikologi

Penyelidikan psikologi berfokus pada upaya untuk memberikan jawaban ilmiah tentang apa sebenarnya manusia itu, mengapa ia bertindak dengan pola tertentu, apa motif neurobiologis dan lingkungan yang mendorongnya, serta bagaimana ia berintegrasi dengan dunia luar. Secara ringkas, psikologi mengkaji segala kegiatan manusia baik yang tampak (overt behavior) maupun yang tidak tampak (covert behavior), baik yang disadari (conscious) maupun yang berada di bawah ambang kesadaran (unconscious).

Dalam memahami perilaku tersebut, ilmu psikologi terbagi ke dalam beberapa aliran besar (paradigma), di antaranya:

  • Psikoanalisis: Dipelopori oleh Sigmund Freud (1856–1939). Aliran ini menitikberatkan bahwa perilaku manusia banyak dipengaruhi oleh aspek-aspek ketidaksadaran (alam bawah sadar), impuls biologis, dan konflik masa kecil.
  • Behaviorisme: Dipelopori oleh John B. Watson dan B.F. Skinner. Aliran ini menolak studi tentang "pikiran tersembunyi" dan berfokus murni pada perilaku lahiriah yang objektif, dapat diamati, dan diukur, serta bagaimana lingkungan mengondisikan respons organisme.
  • Kognitif: Berfokus pada proses mental internal manusia seperti cara berpikir, mengingat, memecahkan masalah, dan memproses bahasa (dipelopori oleh Jean Piaget dan Aaron Beck).
  • Humanistik: Dipelopori oleh Abraham Maslow dan Carl Rogers. Menekankan pada kehendak bebas (free will), potensi pertumbuhan, dan aktualisasi diri manusia.

Sejarah dan Hubungan Psikologi dengan Ilmu Lain

Pada awalnya, kajian tentang jiwa manusia tergabung dalam disiplin ilmu Filsafat (melalui pemikiran Aristoteles, Plato, hingga Descartes). Psikologi resmi melepaskan diri dan berdiri sebagai ilmu sains mandiri (empiris) berkat jasa Wilhelm Wundt, yang mendirikan laboratorium psikologi pertama di dunia di Leipzig, Jerman, pada tahun 1879. Ia menerapkan metode strukturalisme untuk menyelidiki peristiwa kejiwaan secara eksperimental.

Meskipun mandiri, psikologi bekerja secara interdisipliner dengan ilmu-ilmu lain karena kompleksitas manusia:

  • Biologi dan Neurosains: Mengkaji hubungan antara aktivitas neurotransmiter di otak, genetika, hormon, dan dampaknya terhadap perilaku.
  • Sosiologi dan Antropologi: Mengkaji bagaimana struktur sosial, budaya, dan adat istiadat memengaruhi pola pikir dan identitas kepribadian manusia.
  • Ilmu Kedokteran (Psikiatri): Bekerja sama dalam menangani gangguan psikopatologi, memadukan intervensi psikoterapi dan farmakoterapi.

Ruang Lingkup Psikologi Khusus

Psikologi umum mempelajari manusia secara universal, dewasa, dan normal. Namun, untuk mendalami fenomena spesifik, psikologi dibagi menjadi berbagai cabang kekhususan (Psikologi Khusus), antara lain:

  • Psikologi Perkembangan: Mempelajari ontogeni perkembangan fisik, kognitif, dan sosio-emosional manusia sejak masa pembuahan (pranatal) hingga usia lanjut.
  • Psikologi Klinis dan Psikopatologi: Mengkaji, mendiagnosis, dan menangani perilaku abnormal atau gangguan mental (seperti skizofrenia, depresi, kecemasan).
  • Psikologi Sosial: Mempelajari bagaimana kehadiran orang lain (nyata atau imajinatif) memengaruhi kognisi, sikap, dan perilaku individu, termasuk dinamika kelompok dan konformitas.
  • Psikologi Pendidikan: Berfokus pada metode pengajaran, proses belajar kognitif, evaluasi, dan penanganan kesulitan belajar siswa.
  • Psikologi Industri dan Organisasi (PIO): Mengaplikasikan prinsip psikologi di lingkungan kerja, meliputi rekrutmen, kesejahteraan karyawan, kepemimpinan, dan ergonomi.
  • Psikologi Forensik dan Kriminal: Mempelajari aspek psikologis dalam sistem peradilan hukum, motif kejahatan, dan profil pelaku.

Metode Ilmiah dalam Psikologi

Dalam disiplin sains modern, metode spekulatif telah ditinggalkan dan digantikan oleh metode saintifik (empiris). Secara garis besar, pendekatan yang digunakan meliputi:

  • Metode Eksperimental: Manipulasi variabel independen di dalam laboratorium untuk melihat hukum sebab-akibat (kausalitas) secara ketat.
  • Observasi Naturalistik: Mengamati subjek langsung di habitat atau lingkungan aslinya tanpa intervensi.
  • Metode Korelasional: Meneliti hubungan statistik antara dua fenomena atau lebih.
  • Desain Longitudinal vs Cross-Sectional: Longitudinal memantau individu yang sama selama bertahun-tahun, sedangkan cross-sectional membandingkan berbagai kelompok usia berbeda pada satu titik waktu yang sama.

Teori Dasar Perkembangan Manusia

Dalam menjelaskan bagaimana kepribadian dan kecerdasan manusia terbentuk, sejarah psikologi mencatat tiga perdebatan klasik mengenai faktor alam (Nature) versus asuhan (Nurture):

  1. Teori Nativisme (Arthur Schopenhauer): Menyatakan bahwa perkembangan manusia sepenuhnya ditentukan oleh faktor bawaan genetik sejak lahir (Nativus). Lingkungan dianggap tidak memiliki peran signifikan.
  2. Teori Empirisme / Tabula Rasa (John Locke): Menyatakan bahwa manusia lahir seperti "kertas kosong". Seluruh karakternya murni dibentuk oleh empiri (pengalaman) dan lingkungan sekitarnya.
  3. Teori Konvergensi (William Stern): Merupakan sintesis dari kedua teori sebelumnya (Biopsikososial modern). Genetik memberikan "potensi dasar", namun realisasi dari potensi tersebut sangat bergantung pada stimulasi lingkungan dan pendidikan.

Dinamika Proses Kejiwaan (Mental Processes)

Psikologi membagi proses kognitif dan afektif manusia ke dalam beberapa elemen utama:

1. Persepsi (Pengamatan)

Suatu proses pengorganisasian dan interpretasi informasi sensoris oleh otak setelah indra menangkap stimulus. Persepsi bergantung pada keutuhan alat indra, fokus perhatian, serta pengalaman psikologis atau frame of reference masa lalu.

2. Atensi (Perhatian)

Proses pemusatan sumber daya kognitif terhadap stimulus tertentu sambil mengabaikan stimulus lain. Jenisnya meliputi:

  • Perhatian Spontan (Involunter): Timbul tanpa disengaja karena stimulus yang kuat atau menarik.
  • Perhatian Konsentratif (Volunter): Pemusatan kesadaran secara sengaja yang membutuhkan usaha kognitif.

3. Ingatan (Memory)

Kemampuan otak untuk melakukan encoding (memasukkan data), storage (menyimpan), dan retrieval (memanggil kembali) informasi. Proses kehilangan akses pada data ingatan disebut lupa (forgetting), yang dapat terjadi karena peluruhan jejak memori (decay) atau adanya interferensi data baru.

4. Kognisi dan Berpikir

Proses manipulasi informasi mental secara aktif untuk membentuk konsep, memecahkan masalah, dan membuat keputusan. Proses berpikir terbagi menjadi induktif (khusus ke umum), deduktif (umum ke khusus), dan analogis.

5. Emosi (Perasaan)

Respons kompleks yang melibatkan perubahan fisiologis (jantung berdebar), pengalaman subjektif (merasa sedih/bahagia), dan ekspresi perilaku (menangis/tertawa) dalam merespons lingkungan internal maupun eksternal.

Konsep Kepribadian (Personality)

Secara etimologis, kepribadian berasal dari bahasa Latin Persona (Per-sonare), yang merujuk pada topeng yang digunakan oleh aktor dalam teater Yunani atau Romawi Kuno. Cicero membedakan empat makna persona: perwujudan lahiriah, peran sosial yang dimainkan, kesesuaian sifat, dan martabat/prestise seseorang.

Dalam psikologi modern (seperti yang dirumuskan oleh Gordon Allport), Kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistem psikofisik di dalam diri individu yang menentukan penyesuaian uniknya terhadap lingkungan. Hal ini mencakup serangkaian trait (sifat), karakter, dan temperamen yang menetap dan konsisten membedakan satu individu dengan individu lainnya.

Posted by : Nedi Arwandi
Nedi Arwandi Kunjungan Anda sangat berharga buat kami. Saran dan ide Anda, kami harapkan untuk perbaikan situs ini. Bila Anda menyebarkan informasi yang berasal dari situs ini diharapkan mencantumkan tautan link aktif ke sumber postingan pada situs ini. Jazaakumullah Khairal jazaa'.SEMOGA TERJALIN PERSAUDARAAN YANG ERAT.

2 komentar :

zachflazz mengatakan...

ada pula persona non grata disini.
akademik banget nih.

NEDI ARWANDI mengatakan...

PR dari pakde dosen yg langsung publish sekalian pak Zach....he.he.he...