RAMADHAN: MENENUN RINDU DI BALIK LAPAR DAN DAHAGA

Sebuah Perjalanan Pulang Menuju Diri yang Murni
Ramadhan bukan sekadar perpindahan jam makan, bukan pula ritual menahan haus di bawah terik matahari. 

Ia adalah sebuah "Madrasah Ruhani"—sebuah jeda agung di mana dunia dipaksa melambat agar jiwa bisa mengejar ketertinggalannya.

Di bulan ini, kita belajar bahwa lapar adalah bahasa yang paling jujur untuk mengingatkan kita pada kefanaan, dan haus adalah melodi yang memanggil kita untuk kembali meneguk cinta Illahi.

Diposting oleh NDiar80 Muaradua
Blogger Muaradua OKU Selatan Updated at: Kamis, 19 Februari 2026

SYA'BAN: JEMBATAN RINDU DI AMBANG CAHAYA

Sya'ban bukan sekadar hitungan penanggalan. Ia adalah napas yang tertahan sebelum ledakan syukur di bulan Ramadhan. 

Jika Rajab adalah bulan menanam benih dalam keheningan doa, maka Sya'ban adalah waktu untuk menyiramnya dengan air mata kerinduan, agar ia mekar sempurna saat tamu agung (Ramadhan) mengetuk pintu kalbu.

Secara filosofis, Sya'ban adalah ruang transisi. Ia berada di antara dua kemuliaan (Rajab dan Ramadhan). Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai bulan yang banyak dilalaikan manusia. 

Diposting oleh NEDI ARWANDI
Blogger Muaradua OKU Selatan Updated at: Selasa, 27 Januari 2026

SAJIAN CINTA DI ATAS PIRING: MERENUNGI HARI GIZI NASIONAL

Pernahkah kita sejenak menatap piring yang tersaji di depan meja? Di sana, bukan sekadar ada nasi yang memutih atau sayur yang menghijau. 

Di sana, ada sebuah rahasia besar tentang bagaimana kehidupan dipertahankan.

Hari Gizi Nasional di tahun 2026 ini hadir bukan sekadar sebagai pengingat di kalender. Ia adalah sebuah undangan untuk kembali mencintai diri sendiri melalui apa yang kita petik dari alam. 

Diposting oleh NEDI ARWANDI
Blogger Muaradua OKU Selatan Updated at: Minggu, 25 Januari 2026

MENEMBUS BATAS LANGIT: KIDUNG CINTA DALAM PERJALANAN ISRA' MI'RAJ

Ada satu malam yang tak akan pernah dilupakan oleh sejarah. 

Sebuah malam di mana waktu seolah berhenti berdetak, dan alam semesta menahan napasnya dalam takzim. 

Ketika penduduk bumi terlelap dalam mimpi, sang kekasih Allah, Muhammad SAW, dijemput oleh cahaya untuk melintasi batas-batas yang tak pernah terbayangkan oleh nalar manusia.

Diposting oleh NEDI ARWANDI
Blogger Muaradua OKU Selatan Updated at: Jumat, 16 Januari 2026

MENJEMPUT FAJAR 2026: MELIPAT KENANGAN, MEMBENTANG HARAPAN

Di ambang jendela malam ini, kita berdiri di sebuah garis yang tak kasat mata namun terasa begitu nyata. 

Detik demi detik meluruh seperti butiran pasir di jam kaca, membawa pergi sisa-sisa napas tahun yang lalu.

2026 bukan sekadar pergantian angka di kalender meja. Ia adalah sebuah gerbang besar yang terbuka perlahan, menyuguhkan aroma tanah basah setelah hujan dan cahaya fajar yang masih malu-malu. 

Diposting oleh NEDI ARWANDI
Blogger Muaradua OKU Selatan Updated at: Kamis, 01 Januari 2026