MUHARRAM : MADRASAH MUJAHADAH

KHUTBAH JUM'AT : 
MASJID SA'ADATUD DARAIN BUMI AGUNG
Jum'at, 26 Juni 2026

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah, 

Mari kita tenggelamkan hati kita dalam rasa syukur yang paling dalam ke hadirat Allah SWT. Di tengah jutaan manusia yang hari ini dijemput oleh ajalnya, Allah masih memilih kita, meminjamkan napas-Nya kepada kita, untuk berdiri di ambang pintu gerbang Muharram. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW, pengubah gelapnya dunia menjadi benderang dengan cahaya iman.

Hari ini, khutbah ini tidak ingin sekadar berbicara tentang angka tahun yang berganti. Hari ini, kita ingin mengetuk pintu hati yang barangkali mulai mengeras oleh urusan dunia, menghasung jiwa yang mulai lelah, untuk merenungkan: Mengapa Allah masih menyisakan umur bagi kita hingga detik ini?

Muharram adalah cermin waktu yang jujur. Di dalam rahim bulan yang suci ini, tersimpan guratan sejarah tentang bagaimana cinta makhluk kepada Penciptanya diuji hingga batas tertinggi, dan bagaimana pertolongan Allah datang di waktu yang paling tidak terduga.

Jamaah yang Hatunya Bergetar karena Iman,

Mari kita bawa jiwa kita berselancar ke masa lalu, merenungkan sepotong kisah keajaiban di atas hamparan pasir dan laut. Bayangkan ketika Nabi Musa AS berdiri di tepi Laut Merah. Di belakang mereka, debu beterbangan dari derap kaki ribuan kuda pasukan Fir'aun yang haus darah. Di depan mereka, ombak laut menggulung, dalam dan mematikan.

Secara logika, tamatlah riwayat mereka. Kaum Nabi Musa menangis ketakutan, menjerit bahwa mereka pasti binasa. Namun lihatlah, apa yang lahir dari hati yang telah tenggelam dalam cinta dan ma'rifat kepada Allah? Nabi Musa tidak melihat lautan sebagai penghalang, ia tidak melihat Fir'aun sebagai ancaman. Yang ia lihat hanyalah keagungan Allah.

Allah mengabadikan keteguhan sejati ini dalam Al-Qur'an Surat Asy-Syu'ara ayat 62:

قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

“Musa menjawab: 'Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku'.”

Kalimat "Inna ma'iya Rabbi" (Sesungguhnya Tuhanku bersamaku) adalah puncak dari segala ketenangan jiwa. Lautan yang tadinya merupakan ancaman kematian, berubah menjadi jalan tol keselamatan hanya dengan satu ketukan tongkat atas izin Allah.

Pelajaran spiritual yang mahal bagi kita: Seringkali, kita merasa hidup kita menemui jalan buntu. Masalah keluarga, impitan ekonomi, penyakit yang tak kunjung sembuh, membuat kita merasa terpojok seolah tak ada hari esok. 

Muharram berbisik kepada jiwa kita yang rapuh: Jangan pernah mengukur besarnya masalahmu di hadapan Allah yang Maha Besar. Jika Allah bersamamu, ruang sesempit apa pun akan menjadi lapang. Namun jika Engkau jauh dari Allah, dunia yang luas ini akan terasa mencekik lehermu.

Sidang Jumat yang Dirahmati Allah,

Muharram juga merajut kisah tentang air mata keikhlasan. Mengapa para sahabat memilih momentum Hijrah sebagai awal penanggalan Islam? Karena Hijrah adalah simbol pemisahan yang menyakitkan namun indah demi sebuah prinsip.

Para sahabat meninggalkan rumah tempat mereka tumbuh, mengikhlaskan harta yang mereka kumpulkan bertahun-tahun, membiarkan tanah kelahiran mereka hilang di balik cakrawala, hanya demi menyelamatkan sepotong iman di dalam dada. Mereka mengajari kita bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang agung di sisi Allah, harus ada sesuatu yang berani kita korbankan.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang menyentuh esensi terdalam dari hijrah kita hari ini:

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

“Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari)

Semangat Muharram adalah semangat untuk melayangkan "gugatan" kepada diri sendiri. Menangislah hari ini di hadapan Allah sebelum kelak air mata tidak lagi berguna. 

Mintalah ampunan atas masa lalu kita yang kelam. Ketuklah pintu taubat-Nya yang tak pernah terkunci. Katakan pada diri kita: "Cukup sudah maksiatku di tahun-tahun yang lalu. Hari ini, di bulan Muharram ini, aku ingin pulang kepada Allah."

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

 Khutbah Kedua 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ
             أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}
ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Diposting oleh NDiar80 Muaradua
Blogger Muaradua OKU Selatan Updated at: Jumat, 26 Juni 2026

Posted by : Nedi Arwandi ~ Blogger Muaradua OKU Selatan

nedi-arwandi Kunjungan Anda sangat berharga buat kami. Saran dan ide Anda, kami harapkan untuk perbaikan situs ini. Bila Anda menyebarkan informasi yang berasal dari situs ini diharapkan mencantumkan tautan link aktif ke sumber postingan pada situs ini. Jazaakumullah Khairal jazaa'.SEMOGA TERJALIN PERSAUDARAAN YANG ERAT.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar