MENGETUK PINTU LANGIT, MENYEMBELIH EGO: RENUNGAN SUNYI DI HARI RAYA KURBAN

Gema takbir sejak semalam tidak hanya memenuhi udara, tetapi seperti sedang mengetuk dinding-dinding dada kita yang mulai mengeras oleh kesibukan duniawi.

Setiap kali Hari Raya Idul Adha tiba, ingatan kita secara otomatis akan melayang pada kisah klasik yang abadi: tentang Nabi Ibrahim AS, Ismail AS, dan sebuah ujian cinta yang berada di luar batas nalar kemanusiaan. 

Kita sering mengagumi betapa hebatnya kepatuhan sang ayah, dan betapa ikhlasnya penyerahan diri sang anak.

Namun, pernahkah kita duduk terkurung sejenak dalam keheningan, menatap ke dalam diri kita sendiri, lalu bertanya: "Di mana posisi kita dalam kafilah keikhlasan itu?"

"ISMAIL" DI DALAM DADA KITA
Hewan-hewan kurban yang berjejer di halaman masjid atau sudut-sudut kampung hari ini adalah sebuah simbol. Garis bawahi kata itu: Simbol.

Sebab, Allah SWT sudah menegaskan dengan sangat benderang bahwa bukan daging atau darah hewan itu yang sampai ke haribaan-Nya, melainkan ketakwaan dan ketulusan kita.

Secara filosofis, esensi dari "kurban" adalah kesediaan untuk melepaskan apa yang paling kita cintai demi sesuatu yang jauh lebih besar—yaitu rida Sang Pencipta. 

Di zaman sekarang, "Ismail-Ismail" baru telah tumbuh subur di dalam hati kita masing-masing tanpa kita sadari.

"Ismail" kita mungkin adalah harta yang membuat kita didera ketakutan akan kekurangan jika harus berbagi.

"Ismail" kita mungkin adalah jabatan atau status sosial yang membuat kita merasa lebih tinggi dan berhak meremehkan orang lain.

Atau yang paling berbahaya, "Ismail" kita adalah ego, kesombongan, dan rasa selalu benar yang membuat kita enggan mengetuk pintu maaf saudara kita.

Hari ini, ketika pisau para jagal menyembelih hewan kurban, seharusnya di saat yang sama, kita juga sedang "menyembelih" sifat-sifat kebinatangan yang bersarang di dalam dada kita: keserakahan, kebencian, dendam, dan keangkuhan.


SEBUAH MONUMEN KEPASRAHAN
Ada satu fase menarik dalam perjalanan spiritual. Kita sering kali merasa cemas kehilangan sesuatu saat kita diminta untuk melepasnya. Kita lupa pada satu hukum langit: Ibrahim tidak pernah kehilangan Ismail. 

Ketika Ibrahim memasrahkan kepemilikan utamanya kepada Allah, Allah justru mengembalikan Ismail kepadanya dalam kondisi yang jauh lebih indah dan mulia.

Ini adalah pesan universal untuk ego kita yang sering kali penakut. Kita tidak akan pernah menjadi miskin karena memberi. Kita tidak akan pernah menjadi rendah karena meminta maaf dan merendahkan hati. 

Jiwa kita justru baru akan merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya ketika ia berhasil keluar dari penjara "ke-Aku-an".

LENTERA DI HARI ADHA
Bagi kita yang hari ini dititipkan rezeki lebih oleh Allah sehingga mampu berkurban hewan ternak, mari kita dekap rasa syukur itu dengan balutan kerendahan hati yang amat sangat. 

Jangan biarkan ada setitik pun rasa bangga atau keinginan untuk dipuji manusia menyelinap di antara niat kita.

Dan bagi kita yang mungkin hari ini belum berkesempatan berkurban secara materi, ketahuilah bahwa Allah Maha Meliahat. Pintu pengorbanan tidak pernah dikunci. 

Kurban perasaan demi menjaga keharmonisan keluarga, kurban waktu untuk mendengarkan keluh kesah sahabat, serta kurban menahan lisan dari menyakiti sesama, adalah bentuk-bentuk persembahan takwa yang keharumannya menembus langit.

SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA IDUL ADHA.
Mari kita temui orang-orang terdekat, kita tatap mata mereka dengan penuh rahmah (kasih sayang). Mari kita jabat tangan-tangan yang sempat merenggang, dan kita basuh luka-luka hati yang sempat tergores. 

Semoga Idul Adha kali ini tidak berlalu begitu saja sebagai ritual tahunan, melainkan menjadi momentum lahirnya jiwa baru kita yang lebih bersih, lebih sunyi dari ego, dan lebih dekat dengan-Nya.

---------------------------------------------------------------------
Diposting oleh NDiar80 Muaradua
Blogger Muaradua OKU Selatan Updated at: Rabu, 27 Mei 2026

Posted by : Nedi Arwandi ~ Blogger Muaradua OKU Selatan

nedi-arwandi Kunjungan Anda sangat berharga buat kami. Saran dan ide Anda, kami harapkan untuk perbaikan situs ini. Bila Anda menyebarkan informasi yang berasal dari situs ini diharapkan mencantumkan tautan link aktif ke sumber postingan pada situs ini. Jazaakumullah Khairal jazaa'.SEMOGA TERJALIN PERSAUDARAAN YANG ERAT.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar