PELAJARAN BESAR DI BULAN SHAFAR

icon khutbah jumat
KHUTBAH JUM’AT

Masjid Attaqwa Pancur Pungah
Jum’at, 17 Juli 2026

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ بَعَثَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَاحِبُ الْخُلُقِ الْعَظِيْمِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَعْلَامِ الْهُدَى وَمَصَابِيْحِ الدُّجَى.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا..

Jamaah shalat Jum’at yang dirahmati Allah,

Kembali kita berdiri di hari yang mulia ini, di tempat yang mulia, untuk memperbarui komitmen ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Takwa yang tidak sekadar terucap di lisan, melainkan takwa yang meresap ke dalam relung hati, mewujud dalam helaan napas kepatuhan, serta tunduknya diri pada setiap syariat-Nya.

Hari ini, kita masih berada di bulan Shafar. Bulan yang dalam lembaran sejarah Islam tidaklah sepi dari peristiwa-peristiwa besar. Di balik sunyinya bulan Shafar, tersimpan kisah-kisah perjuangan yang menggetarkan jiwa. 

Salah satu peristiwa agung yang bermula di akhir bulan Shafar adalah awal mula perjalanan Hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah menuju Madinah.

Dari peristiwa di bulan Shafar inilah, kita belajar tentang hakikat pengorbanan, cinta, dan keteguhan iman yang diperankan dengan sangat indah oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat pilihan.

Ma’asyiral Muslimin yang berbahagia,

Mari kita bayangkan sebuah malam di penghujung bulan Shafar. Rumah Rasulullah ﷺ telah dikepung oleh para pemuda Quraisy yang siap menghunus pedang demi melenyapkan dakwah Islam. Di tengah kepungan yang mencekam itu, turunlah perintah Allah agar Nabi berhijrah.

Di sinilah kita menyaksikan keteladanan seorang pemuda agung, Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah. 

Di usianya yang masih sangat muda, beliau dengan penuh kerelaan menawarkan dirinya untuk tidur di ranjang Rasulullah ﷺ, menyelimuti dirinya dengan selimut hijau milik Nabi, guna mengelabui para pengepung.

Ali tahu, tindakan itu bertaruh nyawa. Setiap tebasan pedang bisa saja merenggut nyawanya malam itu. Namun, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya telah melenyapkan rasa takut dari dadanya. 

Bagi Ali, tidur di ranjang Nabi adalah bentuk penyerahan diri yang paling indah. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan kerelaan jiwa seperti ini dalam Al-Qur'an:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

"Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya." (QS. Al-Baqarah: 207).

Jamaah yang dirahmati Allah,

Di sisi lain, di malam Shafar yang dingin itu, ada sosok Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu 'Anhu yang mendampingi Rasulullah ﷺ menembus kegelapan malam menuju Gua Tsur. 

Ketika mereka tiba di mulut gua, Abu Bakar tidak membiarkan Rasulullah masuk terlebih dahulu. Beliau berkata dengan penuh kelembutan yang menyayat hati:

"Demi Allah, janganlah engkau masuk ke dalam gua ini sebelum aku masuk terlebih dahulu. Jika ada bahaya (hewan berbisa) di dalamnya, biarlah ia mengenaku sebelum mengenai dirimu, wahai Rasulullah."

Inilah cinta yang sesungguhnya. Cinta yang tidak menuntut, melainkan cinta yang melindungi dan siap terluka demi keselamatan sang kekasih, Rasulullah ﷺ.

Dan ketika para pengejar dari kaum musyrik telah berdiri tepat di depan mulut Gua Tsur, hingga kaki-kaki mereka terlihat dari dalam gua, Abu Bakar merasa cemas. Bukan cemas atas keselamatannya sendiri, melainkan cemas akan keselamatan kekasihnya, Rasulullah ﷺ. 

Beliau berbisik gemetar: "Wahai Rasulullah, sekiranya salah seorang dari mereka melihat ke bawah kaki mereka, pasti mereka akan melihat kita."

Namun, di tengah kesunyian gua di bulan Shafar itu, meluncurlah kalimat tenang nan agung dari lisan suci Rasulullah ﷺ yang diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur'an:

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا

"Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." (QS. At-Taubah: 40).

Kalimat singkat ini adalah puncak dari segala ketenangan jiwa. Sebuah keteladanan tingkat tinggi tentang konsep ma'iyatullah—kebersamaan Allah. 

Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita, sedahsyat apa pun badai kehidupan yang mengepung kita, sekelam apa pun jalan yang harus kita lalui, jika Allah bersama kita, maka segalanya akan baik-baik saja.

Sidang Jum’at yang dimuliakan Allah,

Hikmah terbesar dari peristiwa bulan Shafar ini adalah tentang keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal. Rasulullah ﷺ merencanakan hijrah dengan sangat matang (ikhtiar): menunjuk penunjuk jalan yang ahli, memilih rute yang tidak biasa, dan mempersiapkan logistik. 

Namun, di saat semua ikhtiar manusiawi itu telah mencapai batasnya, beliau menyerahkan seluruh hasilnya kepada Allah (tawakal).

Maka, jika saat ini di bulan Shafar kita sedang menghadapi jalan buntu dalam hidup kita—apakah itu masalah keluarga, himpitan ekonomi, atau penyakit yang tak kunjung sembuh—ingatlah kembali pesan di mulut Gua Tsur itu: La tahzan, innallaha ma'ana. Jangan berputus asa. Dekati Allah, bersujudlah lebih lama, pasrahkan diri sedalam-dalamnya setelah kita berikhtiar dengan maksimal.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menghidupkan hati kita dengan cinta kepada Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, serta menganugerahkan kita kekuatan untuk meneladani pengorbanan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Khutbah Kedua


اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ فِيقْطَعِ الدَّهْرِ بِالطَّاعَةِ وَالتَّقْوَى. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ قُلُوْبَنَا مِلْئًا بِالْإِيْمَانِ وَالتَّوَكُّلِ عَلَيْكَ. اَللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حُبَّكَ وَحُبَّ رَسُوْلِكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ. اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ


Diposting oleh NDiar80 Muaradua
Blogger Muaradua OKU Selatan Updated at: Jumat, 17 Juli 2026

Posted by : Nedi Arwandi ~ Blogger Muaradua OKU Selatan

nedi-arwandi Kunjungan Anda sangat berharga buat kami. Saran dan ide Anda, kami harapkan untuk perbaikan situs ini. Bila Anda menyebarkan informasi yang berasal dari situs ini diharapkan mencantumkan tautan link aktif ke sumber postingan pada situs ini. Jazaakumullah Khairal jazaa'.SEMOGA TERJALIN PERSAUDARAAN YANG ERAT.

Tidak ada komentar :