A personal blog maintained by Nedi Arwandi. This blog features content on Islamic education, thoughts, and motivation, as well as news from the Islamic world and among other topics.
The materials in this blog are ideal for students, Santri, teachers, and ustadz/ustadzah. It also offers information beneficial to the general public.
Segala puji bagi Allah, Sang Arsitek Semesta yang menjalin untaian siang dan malam menjadi sebuah misteri bernama waktu. Shalawat serta salam semoga senantiasa berhembus kepada baginda Rasulullah SAW, sosok yang mengajari kita cara memahat keabadian di atas dunia yang fana ini.
Di mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan segenap jamaah sekalian, marilah kita terus memupuk ketakwaan. Sebab, hanya perisai takwa yang mampu menyelamatkan manusia tatkala tirai waktu dunia ditutup dan kita dihadapkan pada kekekalan akhirat.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Saat ini, kita telah berada dihari ke-18 di bulan Muharram, telah melewati gerbang dari tahun baru Hijriah. Di saat kalender berganti, mayoritas manusia merayakannya sebagai sebuah "pertambahan".
Namun, secara filosofis dan hakiki, pergantian tahun sesungguhnya adalah sebuah "pengurangan". Kita tidak sedang menambah usia, kita sedang berjalan selangkah lebih dekat menuju liang lahat kita sendiri.
Waktu adalah substansi yang paling adil sekaligus paling misterius. Ia mengalir sunyi, tidak bisa ditumpuk, tidak bisa dibeli, dan tidak bisa diputar kembali. Allah SWT bersumpah demi waktu dalam Al-Qur'an untuk mengetuk kesadaran kita yang sering terlelap:
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al-'Asr: 1-3)
Imam Syafi'i rahimahullah pernah merumuskan filsafat waktu yang sangat menggetarkan jiwa. Beliau berkata:
"Waktu itu bagaikan pedang. Jika engkau tidak menebasnya, maka ia yang akan menebasmu. Dan dirimu, jika tidak engkau sibukkan dengan kebenaran (kebermanfaatan), maka ia akan menyibukkanmu dengan kebathilan (kesia-sian)."
Jamaah yang direnungi kearifan,
Mutiara terbesar di balik penetapan Muharram sebagai awal tahun Hijriah adalah pengingat tentang "Titik Balik". Mengapa para sahabat Nabi terdengar begitu filosofis ketika memilih momentum Hijrah—bukan hari lahir Nabi atau hari pengangkatan beliau sebagai Rasul—sebagai awal penanggalan?
Karena Hijrah adalah simbol dari kesadaran eksistensial. Hijrah mengajarkan bahwa hidup bukan sekadar bertahan hidup (survival), melainkan berpindah dari kondisi yang statis menuju kondisi yang dinamis secara spiritual.
Rasulullah SAW bersabda memberikan peta jalan bagi kita dalam mengarungi waktu:
"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari)
Tertipu, jamaah sekalian. Kita sering merasa memiliki banyak waktu besok, lusa, atau tahun depan. Padahal, esok hari adalah sebuah kemungkinan, masa lalu adalah sebuah kenangan, dan yang kita miliki hanyalah "hari ini".
Seorang ulama ahli hikmah termasyhur, Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah, memberikan mutiara kata yang sangat menyentuh hati sanubari kita. Beliau berkata:
"Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari-hari. Maka seiring perginya satu hari, pergi pulalah sebagian dari dirimu."
Bayangkanlah, setiap kali matahari terbenam di bulan Muharram ini, ego kita, jasad kita, dan kesempatan kita di dunia ini sedang terkikis perlahan. Kita sedang sekarat dalam durasi yang panjang.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Maka, mari kita jadikan pergantian tahun Hijriah ini bukan sekadar seremoni angka. Muharram adalah cermin retak yang harus kita rekatkan kembali melalui muhasabah (introspeksi).
Menanyakan pada diri sendiri: Di tahun yang lalu, apakah sujud kita sudah melibatkan hati, ataukah hanya gerakan badan tanpa makna? Apakah harta yang kita kumpulkan sudah tertular tetesan air mata orang-orang yang dizalimi?
Mari kita hargai setiap detak jantung kita sebagai modal utama untuk membeli jannah-Nya. Jangan biarkan sisa waktu yang singkat ini berlalu dalam kesia-siaan, kebencian, dan dendam.
Kunjungan Anda sangat berharga buat kami. Saran dan ide Anda, kami harapkan untuk perbaikan situs ini. Bila Anda menyebarkan informasi yang berasal dari situs ini diharapkan mencantumkan tautan link aktif ke sumber postingan pada situs ini. Jazaakumullah Khairal jazaa'.SEMOGA TERJALIN PERSAUDARAAN YANG ERAT.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar