```
KHUTBAH JUM’AT
KETELADANAN RASULULLAH ﷺ
Masjid Darussalam Pasar Ilir, Muaradua OKU Selatan
Jum’at, 17 Januari 2014 / 15 Rabiul Awwal 1435 H
Oleh: Nedi Arwandi
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
Hadirin jamaah sholat Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan merupakan bekal terbaik bagi seorang muslim dalam menjalani kehidupan di dunia menuju kehidupan akhirat.
Pada kesempatan khutbah Jumat ini, marilah kita merenungkan kembali salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada umat manusia, yaitu diutusnya Nabi Muhammad ﷺ sebagai Rasul terakhir dan sebagai teladan terbaik dalam kehidupan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab [33]: 21)
Ayat tersebut menjadi salah satu landasan penting bahwa Rasulullah ﷺ adalah uswatun hasanah, yaitu teladan yang baik bagi orang-orang beriman. Keteladanan Rasulullah bukan hanya terlihat dalam ibadah, tetapi juga dalam akhlak, keluarga, kepemimpinan, muamalah, kesabaran, keadilan, kasih sayang, dan cara beliau menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Keteladanan Rasulullah ﷺ dalam Akhlak
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Rasulullah ﷺ adalah sosok yang memiliki akhlak paling mulia. Beliau tidak hanya menyampaikan ajaran Islam melalui perkataan, tetapi juga memperlihatkan ajaran tersebut melalui perilaku sehari-hari. Karena itu, mempelajari sirah Nabi Muhammad ﷺ seharusnya tidak berhenti pada pengetahuan sejarah, tetapi dilanjutkan dengan usaha meneladani akhlak beliau.
Rasulullah ﷺ dikenal sebagai pribadi yang rendah hati. Di tengah kedudukannya sebagai pemimpin umat, beliau tidak hidup dengan kesombongan dan kemewahan. Beliau bergaul dengan para sahabat, menerima undangan mereka, mengunjungi orang sakit, memperhatikan orang miskin, serta memberikan perhatian kepada anak-anak.
Keteladanan tersebut menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh banyaknya harta, kedudukan, atau popularitas, melainkan oleh iman, ketakwaan, dan akhlaknya.
Keteladanan Rasulullah ﷺ dalam Keluarga
Rasulullah ﷺ juga memberikan teladan yang sangat penting dalam kehidupan rumah tangga. Kesibukan beliau sebagai Rasul, pemimpin umat, pendidik dan panglima tidak membuat beliau mengabaikan keluarganya.
Beliau memperlakukan keluarga dengan kasih sayang, perhatian dan kelembutan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku.”
Hadis tersebut memberikan pelajaran bahwa keberhasilan seorang muslim tidak hanya diukur dari apa yang ia lakukan di luar rumah. Seorang ayah, suami, ibu, maupun anggota keluarga hendaknya menjadikan rumah sebagai tempat tumbuhnya kasih sayang, pendidikan iman, kesabaran dan akhlak yang baik.
Rasulullah ﷺ Mengajarkan Keadilan
Salah satu keteladanan Rasulullah ﷺ yang sangat penting adalah sikap adil. Beliau tidak membedakan manusia berdasarkan status sosial ketika berhadapan dengan kebenaran dan hukum.
Dalam sebuah hadis yang masyhur, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa umat terdahulu binasa karena ketika orang terpandang melakukan kesalahan mereka membiarkannya, sedangkan ketika orang lemah melakukan kesalahan mereka menegakkan hukuman atasnya.
Rasulullah ﷺ kemudian memberikan penegasan bahwa seandainya Fatimah binti Muhammad melakukan pencurian, beliau tetap akan menegakkan hukum. Pesan ini menunjukkan bahwa keadilan tidak boleh berubah hanya karena pelakunya memiliki kedudukan, hubungan keluarga, kekayaan, atau pengaruh.
Dalam kehidupan masyarakat sekarang, prinsip tersebut sangat relevan. Orang tua hendaknya berlaku adil kepada anak-anaknya, pemimpin berlaku adil kepada rakyatnya, guru berlaku adil kepada muridnya, dan setiap muslim berlaku adil kepada sesama.
Rasulullah ﷺ dan Kesederhanaan Hidup
Jamaah yang dirahmati Allah,
Rasulullah ﷺ merupakan contoh nyata bahwa kemuliaan tidak identik dengan kemewahan. Beliau menjalani kehidupan dengan penuh kesederhanaan meskipun memiliki kedudukan yang sangat tinggi di tengah umat.
Kesederhanaan Rasulullah bukan berarti meninggalkan dunia secara mutlak, tetapi menunjukkan bahwa dunia tidak boleh menjadi tujuan utama. Harta digunakan sebagai sarana untuk beribadah, membantu sesama dan menegakkan kebaikan.
Karena itu, seorang muslim hendaknya tidak menjadikan kemewahan sebagai ukuran keberhasilan hidup. Yang lebih penting adalah apakah nikmat yang diberikan Allah digunakan untuk kebaikan atau justru membuat seseorang lalai dari mengingat-Nya.
Rasulullah ﷺ Menyayangi Anak-Anak dan Masyarakat
Rasulullah ﷺ juga memberikan teladan dalam membangun hubungan sosial. Beliau bergaul dekat dengan para sahabat, menyayangi anak-anak dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Beliau tidak membangun jarak karena kedudukannya sebagai Rasul dan pemimpin. Beliau mendengarkan orang lain, menjawab kebutuhan mereka dan memperlakukan manusia dengan penghormatan.
Dari sini kita belajar bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah. Senyum, salam, kepedulian kepada tetangga, membantu orang yang kesulitan, menjenguk orang sakit dan menghormati sesama juga merupakan bagian dari akhlak Islam.
Kesabaran Rasulullah ﷺ dalam Berdakwah
Salah satu bagian terpenting dari keteladanan Rasulullah ﷺ adalah kesabaran. Perjalanan dakwah beliau tidak selalu mendapatkan sambutan yang baik. Beliau menghadapi penolakan, celaan, gangguan dan berbagai kesulitan.
Namun Rasulullah ﷺ tidak membalas keburukan dengan keburukan. Ketika menghadapi penolakan masyarakat Thaif, beliau tetap menunjukkan harapan terhadap masa depan manusia dan keturunannya.
Sikap tersebut mengajarkan kepada kita bahwa seorang muslim tidak boleh mudah berputus asa ketika mengajak kepada kebaikan. Tugas kita adalah menyampaikan kebenaran dengan cara yang baik, sedangkan hasil akhirnya berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Keteladanan Rasulullah ﷺ sebagai Pemimpin
Rasulullah ﷺ juga merupakan teladan dalam kepemimpinan. Beliau memimpin dengan keadilan, musyawarah, amanah, keberanian dan kasih sayang.
Kepemimpinan beliau tidak dibangun atas kesombongan. Rasulullah ﷺ dekat dengan masyarakat dan memperhatikan keadaan mereka. Beliau tidak hanya memerintah, tetapi juga memberikan contoh secara langsung.
Inilah salah satu prinsip kepemimpinan yang sangat penting: seorang pemimpin harus menjadi teladan sebelum meminta orang lain mengikuti perintahnya.
Meneladani Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mencintai Rasulullah ﷺ tidak cukup hanya dengan mengucapkan shalawat. Kecintaan kepada beliau harus diwujudkan dengan mengikuti sunnah dan meneladani akhlaknya sesuai kemampuan.
Ada beberapa bentuk keteladanan Rasulullah ﷺ yang dapat kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
- Menjaga shalat dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah.
- Berkata jujur dan menjauhi kebohongan.
- Menepati janji dan menjaga amanah.
- Menghormati orang tua dan menyayangi keluarga.
- Berbuat baik kepada tetangga dan masyarakat.
- Membantu orang yang sedang mengalami kesulitan.
- Bersikap adil meskipun terhadap orang yang tidak kita sukai.
- Memaafkan kesalahan orang lain ketika mampu melakukannya.
- Bersabar ketika menghadapi ujian dan kesulitan.
- Menjadikan Al-Qur'an dan sunnah sebagai pedoman kehidupan.
Dengan demikian, keteladanan Rasulullah ﷺ bukan hanya tema untuk dibicarakan dalam khutbah Jumat, tetapi merupakan pedoman praktis bagi kehidupan seorang muslim. Akhlak beliau dapat menjadi contoh bagi orang tua dalam mendidik anak, bagi guru dalam mendidik murid, bagi pemimpin dalam memimpin masyarakat dan bagi setiap individu dalam berinteraksi dengan sesama.
Pelajaran dari Keteladanan Rasulullah ﷺ
Dari kehidupan Rasulullah ﷺ kita dapat mengambil banyak pelajaran. Pertama, seorang muslim harus menjadikan Allah sebagai sumber kekuatan dan tempat bergantung. Kedua, akhlak mulia harus berjalan bersama ilmu dan ibadah. Ketiga, keberhasilan dakwah membutuhkan kesabaran. Keempat, kekuasaan harus disertai keadilan. Kelima, kedudukan yang tinggi tidak boleh menjadikan seseorang sombong.
Rasulullah ﷺ telah memberikan contoh bagaimana menjadi hamba Allah yang taat sekaligus menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Beliau mampu menjalankan ibadah, memimpin masyarakat, membangun keluarga, mendidik umat dan menghadapi berbagai persoalan dengan tetap menjaga akhlak yang mulia.
Karena itu, semakin kita mengenal kehidupan Rasulullah ﷺ, seharusnya semakin besar pula kecintaan kita kepada beliau dan semakin kuat keinginan kita untuk mengikuti petunjuknya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”
Maka marilah kita berusaha menjadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan dalam kehidupan kita. Semoga akhlak beliau menjadi inspirasi bagi keluarga kita, masyarakat kita dan generasi yang akan datang.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk umat Nabi Muhammad ﷺ yang mencintai beliau, mengikuti sunnahnya, mengamalkan ajarannya dan mendapatkan syafaatnya pada hari kiamat.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُونَ.
قَالَ تَعَالَى: وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ.
ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
Kunjungan Anda sangat berharga buat kami. Saran dan ide Anda, kami harapkan untuk perbaikan situs ini. Bila Anda menyebarkan informasi yang berasal dari situs ini diharapkan mencantumkan tautan link aktif ke sumber postingan pada situs ini. Jazaakumullah Khairal jazaa'.SEMOGA TERJALIN PERSAUDARAAN YANG ERAT.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar