Bahasa Arab adalah bahasa Al-Quran. Ia bukan sekadar alat komunikasi biasa, melainkan sebuah bahasa yang unik dan sarat akan keberkahan. Sebuah bahasa yang apabila dibaca, diucapkan, dan dipelajari dapat bernilai pahala, terutama karena kaitan eratnya dengan ibadah dan syariat dalam Islam.
Menguasai bahasa Arab sejatinya merupakan dambaan dan cita-cita setiap mukmin. Mengapa demikian? Karena dengan memahami bahasa Arab, seseorang telah memiliki fondasi (dasar) yang paling kokoh untuk dapat memahami Al-Quran dan As-Sunnah secara langsung, tanpa terhalang oleh bias terjemahan.
Apalagi, kita menyadari bahwa sebagian besar pengetahuan keislaman yang komprehensif, mendalam, dan detail—mulai dari tafsir, fikih, hingga aqidah—semuanya termaktub dalam buku-buku atau kitab turats (kitab kuning) yang berbahasa Arab.
"Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu pernah berkata: 'Pelajarilah bahasa Arab, karena sesungguhnya ia adalah bagian dari agama kalian.'"
Lalu, bagaimana cara memulainya? Pada postingan kali ini, kita akan membahas secara mendalam kiat dan cara agar Anda dapat lebih cepat dan efektif menguasai kaidah Bahasa Arab (Nahwu dan Shorof). Berikut adalah 8 langkah emas yang bisa Anda terapkan!
8 Kiat Sukses Menguasai Kaidah Bahasa Arab
Mempelajari tata bahasa sering kali dianggap sebagai fase yang sulit dan membosankan. Namun, dengan metode dan pola pikir yang tepat, rintangan tersebut bisa dilalui. Terapkan kiat-kiat berikut ini:
1. Mengikhlaskan Niat Sepenuh Hati
Langkah pertama dan paling utama bagi seorang penuntut ilmu adalah mengikhlaskan niat. Pelajarilah bahasa Arab dengan tujuan untuk menunaikan kewajiban kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan membekali diri dengan ilmu agar ibadah kita lebih sempurna. Amal tidak akan diterima tanpa niat yang murni dan tata cara yang benar, dan keduanya tidak akan diraih tanpa ilmu.
Hal ini selaras dengan apa yang dicantumkan oleh Imam Bukhari rahimahullah dalam Kitabul Ilmi di kitab Shahih Bukhari. Beliau membuat sebuah bab khusus yang sangat masyhur:
Dalil utamanya adalah firman Allah Ta'ala: “Ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan (yang berhak diibadahi) selain Allah dan mintalah ampunan untuk dosamu…” (QS. Muhammad: 19). Jangan lupa untuk senantiasa berdoa meminta ilmu yang bermanfaat.
2. Memperbaiki Kualitas Membaca Al-Qur'an (Tajwid)
Sebelum melangkah terlalu jauh mempelajari kaidah (Nahwu/Shorof), pastikan Anda telah mempelajari cara membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai dengan hukum-hukum tajwid dan makharijul huruf.
Mengapa hal ini penting? Karena salah dalam membaca panjang-pendek (mad) atau salah mengucapkan satu huruf saja dapat menimbulkan perbedaan makna yang sangat jauh, bahkan memutarbalikkan fakta. Sebuah kata yang seharusnya berkedudukan sebagai pelaku (Subjek/Fa'il) bisa berubah menjadi objek (Maf'ul bih) hanya karena kesalahan harakat atau artikulasi. Ini adalah dasar yang tidak boleh disepelekan.
3. Memperkaya Kosakata (Mufradat)
Menambah perbendaharaan kosakata adalah bahan bakar utama untuk melancarkan proses belajar kaidah dan praktik membaca kitab. Pemahaman kaidah yang matang akan sia-sia jika Anda tidak memiliki kosakata untuk dirangkai.
Anda bisa memulainya dengan membeli kamus dwibahasa, seperti Kamus Al-Munawwir (Arab-Indonesia), atau kamus saku Al-Mufradat yang berisi kata-kata yang paling sering muncul dalam kitab para ulama. Cara efektif lainnya adalah memiliki kitab dwibahasa (buku dengan versi Arab asli di satu halaman dan terjemahan di halaman sebelahnya). Teks Arab akan memacu Anda belajar membaca, sementara terjemahannya akan menolong saat Anda menemui kebuntuan.
4. Mencari Guru (Talaqqi) yang Berilmu
Belajar bahasa Arab secara otodidak memang memungkinkan di era digital ini, namun hendaknya Anda tetap mencari guru yang benar-benar kompeten dalam memahami materi kaidah dan piawai dalam mengajarkannya.
Tingkat pemahaman seseorang terhadap Nahwu dan Shorof sangat bertingkat-tingkat. Carilah guru yang bersanad atau minimal memiliki rekam jejak keilmuan yang jelas, sehingga materi yang disampaikan benar-benar didasari oleh ilmu yang lurus, bukan dari sekadar tebak-tebakan atau ketidaktahuan.
5. Bersabar dan Merutinkan Muraja'ah (Pengulangan)
Dibutuhkan tingkat kesabaran yang ekstra untuk terus mengikuti kurikulum pelajaran dan mengulang-ulang materi (muraja'ah). Pengulangan inilah yang membuat pemahaman tata bahasa tertanam kuat di memori jangka panjang. Jika menemui jalan buntu, segera tanyakan kepada guru. Imam Az-Zuhri rahimahullah memberikan nasihat emas:
Nasihat Imam Az-Zuhri:
"Sesungguhnya ilmu itu dicari seiring dengan berjalannya siang dan malam (bertahap). Barangsiapa yang ingin mendapatkan segudang ilmu secara tiba-tiba (instan), niscaya ilmu yang diperolehnya akan berlalu dan cepat hilang secara tiba-tiba pula."
6. Memiliki Kesungguhan (Mujahadah) yang Kuat
Belajar adalah bentuk jihad intelektual. Allah Ta'ala berfirman: "Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjihad) di jalan Kami, niscaya Kami pun akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami." (QS. Al-Ankabut: 69).
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa di dalam ayat ini, Allah mengaitkan turunnya hidayah (petunjuk/kemudahan) dengan tingkat kesungguhan seseorang. Semakin besar kesungguhan Anda, semakin besar pula pintu pemahaman yang dibukakan. Ingatlah pepatah Arab yang sangat masyhur ini:
7. Membiasakan Diri Menghadiri Kajian Kitab
Untuk mengasah dzauq (rasa) dan pendengaran bahasa Arab bagi pemula, mengikuti majelis kajian yang membahas kitab berbahasa Arab adalah sarana paling efektif. Telinga Anda akan terbiasa dengan istilah-istilah syar'i yang termaktub di kitab-kitab para ulama.
Mulailah dari mendengarkan kajian kitab-kitab dasar yang membahas fondasi agama (tauhid), semisal Al-Qawa'id Al-Arba', Tsalatsatul Ushul, dan Kitab At-Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Jika tidak bisa hadir secara fisik, manfaatkanlah rekaman audio/video kajian yang kini sangat mudah diakses di internet.
8. Membaca Buku Rujukan Kaidah Bahasa Arab
Terakhir, bekali diri Anda dengan buku-buku referensi atau kurikulum yang terstruktur. Untuk memudahkan, carilah buku kaidah bahasa Arab dengan pengantar bahasa Indonesia yang dikhususkan bagi pemula. Beberapa buku yang sangat direkomendasikan dan populer di Indonesia antara lain:
- Ilmu Nahwu Praktis Sistem Belajar 40 Jam karya Ustadz Aceng Zakaria rahimahullah (Sangat cocok untuk pemula nol).
- Ringkasan Kaidah-Kaidah Bahasa Arab karya Ustadz Aunur Rafiq Ghufron, Lc. (Sangat cocok untuk tingkat menengah/mutawassith).
- Atau Anda bisa memulai dari kitab klasik dasar terjemahan seperti Al-Ajurrumiyyah atau serial Durusul Lughah Al-Arabiyyah.
Kesimpulan
Bahasa Arab adalah kunci untuk membuka perbendaharaan ilmu Islam. Ia bukanlah ilmu yang mustahil untuk dikuasai, selama kita menempuh metode yang benar dan diiringi dengan kesabaran.
Mulailah dari meluruskan niat semata-mata karena Allah, memperbaiki bacaan Al-Qur'an (tajwid), memperkaya mufradat, dan mencari guru yang tepat. Jangan lupa untuk senantiasa muraja'ah (mengulang materi) dan bersungguh-sungguh dalam setiap langkah pembelajaran Anda.
Jangan biarkan rasa sulit di awal mematahkan semangat Anda. Teruslah melangkah, memohon kemudahan kepada Allah, dan buktikan kecintaan Anda pada agama ini dengan mempelajari bahasanya!
Kunjungan Anda sangat berharga buat kami. Saran dan ide Anda, kami harapkan untuk perbaikan situs ini. Bila Anda menyebarkan informasi yang berasal dari situs ini diharapkan mencantumkan tautan link aktif ke sumber postingan pada situs ini. Jazaakumullah Khairal jazaa'.SEMOGA TERJALIN PERSAUDARAAN YANG ERAT.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar